Tips Buat Yang Pengen Nulis

Posted on Mei 15th, 2012 in Yang Ini Pendapat by Indra  Tagged

9fd4b70743b601250937061758ceba99_unduhanBerikut ada beberapa tips buat kamu yang pengen nulis atau jadi penulis.

1.Tulis ide kamu, di manapun dan kapanpun. Berarti kemanapun kamu pergi, pastikan ada sebuah buku catatan kecil (notebook) yang selalu siap sedia digunakan untuk mencatat inspirasi yang muncul tiba-tiba.

2.Tentukan waktu menulis setiap hari. Nggak perlu lama-lama kok, 30 menit juga cukup :). Walaupun kamu lagi merasa buntu dan males banget, kamu tetap harus mematuhi jadwal ini. Lama-kelamaan kamu akan terlatih dan semakin lancar menulis.

3.Belajar dari buku apapun yang kamu baca, bahkan buku yang kamu anggap tidak bagus, baca ulang buat mempelajarinya. Kamu ambil kelebihan buku itu untuk kamu terapkan. Sebaliknya, hindari hal-hal yang membuat buku kamu tidak bagus seperti buku yang kurang menarik itu.

4.Jangan terpaku sama jenis bacaan kesukaan kamu. Saat menulis, biarkan inspirasi kamu mengalir tanpa terikat satu jenis tulisan tertentu. Dengan begitu gaya penulisan kamu yang sebenarnya akan terlihat dan kamu juga bisa menulis lebih bebas.

5.Berhenti memikirkan tulisan kamu terus-menerus. Hal ini cuma akan bikin kamu nggak pernah puas dan terus-terusan mengkritik tulisan kamu sendiri. Tentukan juga waktu yang pas buat memikirkan dan membahas tulisan kamu. Dijamin deh, ide akan datang lebih lancar, dan kamu juga akan lebih sukses menulis.

6.Jangan pamerkan tulisan kamu ke siapapun sebelum selesai. Menerima kritikan di tengah jalan bisa menyurutkan ide. Selesaikan dulu tulisan kamu, baru mulai memamerkannya ke orang lain dan siap menerima masukan.

7.Ada saatnya kamu merasa ga mood menulis pada awalnya. Jangan manjakan feeling ini dan paksa diri kamu untuk memulai. Tapi kalau nggak punya self-discipline, kamu nggak akan pernah berhasil menjadi seorang penulis.

8.Jangan memperbaiki tulisan sebelum kamu berhasil menulis dengan disiplin. Kalau kamu berhasil lancar menulis di jam yang kamu tentukan selama dua bulan, baru deh kamu mulai membaca ulang tulisan kamu, dan memperbaikinya. Tujuannya supaya kamu nggak berhenti di tengah jalan.

9.Cari teman menulis. Mungkin teman di internet yang bisa kamu ajak tukar pikiran tentang tulisan kamu. Akan lebih baik lagi teman menulis ini adalah seseorang yang pendapatnya kamu hargai, dan dia sudah lebih dulu berhasil menulis. Pasti kamu akan lebih termotivasi.

10. Gabung dengan komunitas nulis supaya semangat nulisnya terjaga, saling berbagi pengalaman, dan ide juga, serta dapat masukan terhadap tulisan kita.
Selamat mencoba!
^^

Cara Cerdas Jadi Pengusaha Muda

Posted on Mei 14th, 2012 in Business World by Indra  Tagged ,

01e12fd7f00cb9fa11476a7344d76031_hamzahMinggu 13 Mei 2012, TDA Kampus berhasil menggelar sebuah Gathering perdananya di Auditorium FE UI dengan tema, Cara Cerdas Jadi Pengusaha Muda. TDA Kampus merupakan sebuah komunitas yang menampung para pengusaha muda dari kalangan mahasiswa. TDA Kampus digagas seorang edupreneur, Kak Beky ( panggilan akrab), beliau seorang entrepreneur yang bergerak dibidang edukasi. Gagasan tersebut juga didukung oleh anggota TDA Depok dan TDA Pusat, sehingga lahirlah komunitas TDA Kampus yang siap mencetak pengusaha-pengusaha muda nantinya. Untuk tahap awal ini, TDA Kampus dibuat berdasarkan wilayah. Hari minggu kemaren merupakan yang perdana digelar untuk daerah Jakarta. Namun ke depannya TDA Kampus akan digelar diberbagai daerah lainnya untuk merangkul semua mahasiswa se-Indonesia pada umumnya.

Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 150 peserta se-Jakarta, bahkan ada yang datang dari luar daerah tersebut. Hal ini menggambarkan bahwa antusias mahasiswa untuk menjadi pengusaha muda sangat tinggi. Mengingat temanya adalah Cara Cerdas Menjadi Pengusaha Muda, maka pada acara tersebut, TDA Kampus menghadirkan pembicara-pembicara dari kalangan pengusaha muda. Diantaranya ada mas Andi Nata yang memiliki bisnis domba, dikenal sebagai Raja Aqiqah. Beliau pemenang wirausaha mandiri kategori mahasiswa bidang industri pada ajang Honda Youth Startup Icon 2011. Kemudian juga dihadiri oleh Putri Wirausaha Kreatif Indonesia 2012, mbak Febrizky Yahya, mahasiswi Psikologi UI. Acara TDA Kampus tersebut juga menghadirkan Sang Provokator, siapa dia? Serta satu lagi pengusaha muda, yang masih berumur 19 tapi berpenghasilan ratusan juta perbulan. Berikut sedikit catatan penulis dari materi yang diberikan oleh pengusaha muda tersebut.

Fate

Posted on April 22nd, 2012 in Yang ini My life by Indra  Tagged

Mengayuh dan mengayuh lagi. Rakitku sudah jauh dari tepian. Kini topan ada di depanku. Apakah aku harus menyerah, membiarkan topan itu membawaku? Aku belum bisa menyerah begitu saja. Aku masih bisa memutar layarku. Tapi apa yang bisa aku lakukan dengan bangkai ini. Ia sudah membeku terlebih dahulu. Seperti sebelumnya dan sebelumnya lagi. Kincirku masih bisa berputar. Apa jadinya rakitku dihantam badai sebesar itu. Berantakan. Aku bagaimana lagi, hancur mungkin. Keringat dingin mengalir dari dahiku.

Aku melihat ke belakang, mungkin ada yang menarikku lagi. Menarikku hingga aku bisa berfikir topan itu akan ada sebelum aku berangkat. Mungkin bisa memberiku sedikit persiapan. Pelampung. Tabung oksigen. Tidak mungkin, tabung itu terlalu berat. Mungkin seharusnya aku membawa parasut yang lebih besar. Bukan. bukan parasut. Atau mungkin layar yang lebih lebar. Ah, tidak mungkin, tiang rakitku tak sanggup menyangganya. Lalu apa lagi? Keringatku menganak sungai.

Seharusnya aku sudah menyiapkan kematianku hari ini. Catatan perjalananku. Mungkin anak-anakku bisa membacanya. Bukan. Anak-anak mereka. Mungkin tak hanya catatanku, tapi juga pesan terakhirku bila aku mati nanti. Sudah jelas hari ini. Kala tak ada bahan olok-olok mereka, mungkin pesanku bisa menghibur mereka. Wajahku pucat. Setingkat lebih pucat.

Bangun Market Dulu, Baru Bikin Produk

Posted on April 14th, 2012 in Business World by Indra  Tagged ,

“Apakah seseorang yang tidak memiliki jiwa enterpreneur seperti saya bisa sukses juga dalam berbisnis, Kak?”. Saya bertanya dalam batin ketika turun dari mobil beliau.

“Kenapa tidak? Asal kamu lakukan saran saya tadi.”, jawab Kak Beky dalam kepada saya.

Malam itu saya ada pertemuan dengan seorang edupreneur terkait negosiasi untuk sebuah startup yang sedang saya pegang. Pertemuan itu diadakan di sebuah mall di daerah cilandak bersama dengan seorang rekan sesama startup. Kami berdua memiliki startup di bidang edukasi, yaitu sebuah sistem yang menghubungkan antara pengajar privat dengan muridnya. Kami memberi nama startup kami, Privatutor. Oleh karena itu, karena sesama dalam bidang edukasi, kami melakukan pertemuan dengan Kak Beky, sang eduprenuer.

Ini menjadi hal pertama bagi saya bertemu dengan seseorang yang sukses berbisnis di dunia edukasi. Anda yang ingin tau beliau silahkan googling aja. Sekilas tentang Kak Beky, beliau adalah seorang eduprenuer dan motivator. Beliau memiliki dua lembaga privat yang sudah digarap 15 tahunan, dengan omzet per bulan ratusan juta rupiah. Beliau juga sering diundang dalam acara edukasi dan bisnis sebagai motivator. Dan banyak lagi informasi tentang beliau yang dapat Anda ketahui di internet.

Malam itu sambil makan malam kami ngobrol tentang bisnis dan peluangnya di Indonesia. Kak Beky sudah memiliki banyak pengalaman dan jaringan sehingga malam itu beliau bercerita tentang pengalaman beliau dalam bisnis, membangun market, dan membuat produk. Beliau mengatakan bahwa yang pertama kami dilakukan seseorang dalam berbisnis adalah membangun market, kemudian baru membuat produk.

Proaktif vs Reaktif

Posted on Oktober 5th, 2011 in Yang Ini Pendapat, Yang ini My life by Indra  Tagged , ,

“Lo tau gak proaktif ape?”

“nggak!”

“Lo tau gak reaktif apaan?”

“nggak juga… :D

“ah..gimana sih lo cupu banget! Lo taunya ape?”

“gue taunya nanya ama mbak Google… :D”

“Zzz…….  -__-

Tadi malem gue ikut pengajian. Intinya gue tau tuh, bedanya Proaktif dengan Reaktif”

“Lah trus, kalo lo tau… kenape?”

“LO MAU TAU GAK?!”

“nggak!”

BUG! BUG! BUG! Nonjok.

“Iya deh… gue mau tau…jadi bedanya ape?”

“Nilai!”

“Oh…nilai beli nya?”

“Bukan! Dodol!
Nilai yang lo punya. Kalo orang yang proaktif, dia ngadepin masalah gak langsung spontan dengan emosioal die. Dia bakal hadapin masalah dengan nilai - nilai yang dia punye. Artinya kalo dia lagi dapet masalah orang bisa liat kalo dia itu punya nilai. Beda ama orang yang reaktif, dia spontanitas dengan emosional die. Dia punya nilai yang dia anut, tapi kalo lagi dapat masalah seolah - olah dia itu gak punya nilai”

“Hm…hm…”  Manggut - manggut.
“Trus…nilai itu apa?”

“Nilai itu..sesuatu yang lu pegang, sesuatu yang lu anut, sebuah prinsip diri lu. Nilai yang mencerminkan nurani hati lo. Dalam hal ini, adalah nilai - nilai yang berkaitan dengan kebaikan. Kalo udah gak baik, gak sesuai dengan norma - norma, itu bukan nilai. Lo belajar PPKn kan? Pasti lo belajar Nilai dan Norma donk.”

“Oh…iya…gue pernah belajar itu….jadi bedanya nilai dan norma apa?”

“  (-.-”)
tanya mbak google sono!”

Halaman Berikutnya »